Laporan Pertanggungjawaban ISWA 2019

(WalisongoNews) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) merupakan laporan tahunan yang harus dilaporkan oleh seluruh bagian pelaksana ISWA Pondok Pesantren Walisongo Sragen sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan yang telah mereka emban selama satu tahun. Pengurus ISWA terdiri dari 15 bagian, antara lain Presiden, Wakil Presiden, Sekretaris,  Bendahara, Koordinator  Wali Kamar, Koordinator Non Wali Kamar, Keamanan, Bahasa, Kebersihan, Jama’ah, Kesehatan, Sarpras, Dokumentasi, Pendidikan, dan Kemandirian. Di antara bagian-bagian tersebut, ada tiga bagian yang  masih dibagi lagi, yaitu bagian sarpras menjadi pembenahan dan keindahan, bagian pendidikan menjadi empat bagian yaitu pendidikan BM (Belajar Malam), kejami’ayahan, Alquran, dan ekstrakurikuler, serta bagian kemandirian menjadi bidang kuliner dan busana.

Laporan pertanggungjawaban menjadi salah satu tolak ukur untuk mengetahui kemampuan dalam mengemban amanah sebagai pengurus organisasi ISWA. Penilaian LPJ tahun lalu meliputi pengecekan seluruh data, catatan kegiatan, notulen dan laporan laporan yang diakumulasi selama setahun. Untuk tahun ini, menggunakan sistem laporan bulanan untuk mempermudah dalam pemantauannya oleh kabag atau ketua bagian masing-masing. Mengapa dilakukan secara bulanan?Karena melihat hasil laporan pengurus sebelum sebelumnya banyaknya data yang dimanipulasi atau yang tidak sesuai dengan fakta hingga akhirnya dibuatlah sistem laporan bulanan.

Untuk pengakumulasian penilaian selama setahun, nilai per bulan ditotal dan ditunjukkan hasilnya dalam Laporan Pertanggungjawaban tahunan. Rangkaian acara penilaian meliputi sidang pleno atau memperlihatkan bukti-bukti data maupun inventaris yang diamanahkan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban yang dibacakan di hadapan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Walisongo Sragen, dan diakhiri dengan pemberian penilaian akhir yang ditentukan berdasarkan kriteria daya dukung, fasilitas, prioritas, data yang valid, seberapa luas bagian tugas, dan beban tugas yang diemban.
(Zarir Abiyyuda/Zainul Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *