Kata Terakhir


Dim Faqot Headlines 26-7-2021 03:11:20

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara

 

Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai nikmat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu
Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah guruku
Di malam hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani
Sesunyi malam yang bertabur bintang
Seindah alunan gitar yang kau mainkan
Semua kenangan ini takkan pernah kulupakan
Aku ingin selalu bersamamu
Namun, waktu berkata lain
Oh.... Guruku
Aku akan selalu merindukanmu
Selamat jalan sahabatku
Hari demi hari berlalu
Dan bulan demi bulan pun berlalu
Detik-detik waktu mulai berkata
Tik! Tik! Tik!
Bertanda ku akan menghilang
Pelukan erat mulai menyapa
Tangisan haru mulai meraung
Kata-kata perpisahan mulai terucap
Kata-kata cinta mulai terdengar
Ku percepat langkah kakiku

 

Untuk menyusuri ibuku
Sedangkan mereka masih di sini
Apa kau kira desau angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak
Bukankah esok lusa kita akan beranjak dari sini !
Meninggalkan semua memori
Aku sedang teringat
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari
Kini semua hanya tinggal kenangan,
kenangan indah yang telah kita lalui
Canda-tawa, sedih, kesal, khawatir dan rasa takut terpisahkan

 

 

 

ian lesung memeriahkan launching desa wisata malam itu. Ada pula bazar kuliner, hasil bumi seperti singkong, padi organik dan kerajinan berbahan dasar bambu.

Pemukulan gong oleh Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, Kades Pendem, Heru Murwanto dan Camat Mojogedang, Sutrisno menjadi penanda secara resmi launching desa wisata. Plh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disaparpora) Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, dengan adanya desa wisata harapannya dapat mendukung serta mengembangkan prekonomian masyarakat Desa Pendem.

“Menumbuhkan ekonomi perlu adanya ekonomi kreatif. Bagaimana mengidentifikasi potensi wilayah masing-masing,” katanya.

Menurutnya demi kemajuan ekonomi kreatif perlu memperhatikan dua hal, seperti mempertahankan mutu dan pemasaran produk. ” Bagaimana memprtahankan mutu dan menjualnya. Kami berharap ini betul-betul digarap sebaik-baiknya. Jangan sampai mengecewakan pengunjung. Pemasaran produk. Tidak cukup pada tingkat desa atau kecamatan dan kabupaten saja. Tapi juga harus mendunia,” terangnya.

Selanjutnya Kades Pendem, Heru Murwanto menyampaikan, Desa Pendem sudah memenuhi tiga kriteria desa wisata, seperti wisata alam, budaya dan buatan. Dengan adanya desa wisata ini juga sesuai dengan visi misi Kabupaten Karanganyar, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kalau wisata desa orang hanya berkunjung, tapi kalau desa wisata orang bisa menginap. Di sini ada 21 homestay dengan daya tampung 70 pengunjung. Sekali menginap biayanya Rp 85 ribu. Ada tipe dua kamar dan tiga kamar. Kapasitas 4-5 orang” katanya.

Di Desa Wisata Sumberbulu menawarkan paket wisata seharga Rp 85 ribu per orang. dengan beragam wisata seperti wisata pertanian organik dengan harga Rp 10 ribu per orang, wisata bio gas Rp 15 ribu per orang, peternakan Rp 5.000 per orang, mengambil getah karet Rp 10 ribu, kolam lele Rp 10 ribu, melihat kreasi lesung Rp 3.000, tracking Rp 8 ribu, cooking class Rp 15 ribu dan outbound anak Rp 40 ribu, pelajar Rp 50 ribu dan umum Rp 60 ribu.

Adapun di Desa Pendem ada beberapa wisata alam berupa sendang. Ada 13 sendang yang tersebar di 6 Dusun yang ada di Desa Pendem. Selainj itu ada pula goa yang memiliki kedalaman sekitar 100 meter.

“Wisata alam itu masih perlu ditata dan dikembangkan lagi. Mulut gua masih tertutup lumpur dan sendang perlu ditata lagi,” ungkap Kades.

Selain wisata alam, ada pula wisata buatan seperti taman blimbing, jambu, dan durian. Begitu juga wisata kesenian berupa lesung dan kesenian reog. Heru Menyampaikan, di Desa Pendem ada tanah kas desa seluas 3.500 meter persegi yang dimanfaatkan untuk embung dan gardu pandang. Heru mengaku dalam merintis desa wisata ini menggunakan dana swadaya masyarakat. “Tahun ini untuk pendampingan ada dana Rp 30 juta dari BUMDes. Desa wisata ini dikelola bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), BUMdes dan Pemerintah,” tutur Heru.

Comments